fungsi email untuk PR

Ada seorang “Public Relation pemerintah”di salah satu daerah di Indonesia sedang diwawancarai wartawan, setelah selesai wawancara terjadi obrolan yang menggelikan.

wartawan : “Trimakasih ibu buat wawancaranya, semoga saja selanjutnya kita bisa bertukar informasi kembali.”

PR : “Sama-sama mas.”

Wartawan : “Maaf kalau boleh saya tau, Ibu punya email?”

Mungkin PR itu tidak tau apa itu email terus jawabnya…

PR : “Oh email ya?, Dulu ada sih. Tapi sayangnya sudah saya jual…”

Wartawan : “Hahaha…@#$%!@”

 

Hahahaha,,,” tertawa, mungkin hal itu yang akan saya lakukan ketika menjadi wartawan ataupun orang yang mendengar percakapan wartawan dan PR tersebut. Ironis memang, di zaman yang serba digital begini, masih saja ada PR pemerintah yang masih belum bisa menggunakan email, jangankan menggunakan, mengetahui apa itu email saja masih ada beberapa yang tidak tahu, hal ini di karenakan kebanyakan PR di lembaga Institusi pemerintahan di isi oleh orang-orang yang sudah berkecimpung lama puluhan tahun menekuni profesi sebagai PR pemerintah, namun tidak mengikuti perkembangan zaman, maka wajar saja jika masih ada PR di lembaga institusi pemerintahan yang tidak tahu email dan cara menggunakannya. Kejadian tersebut sangatlah disayangan karna PR di insititusi pemerintahan memiliki tanggung jawab dan fungsi sebagai yang cukup besar, yaitu;

  1. Pengaman kebijaksanaan pemerintah  
  2. Pemberi pelayanan, dan penyebar pesan atau informasi mengenai kebijkasanaan, hingga program-program kerja secara nasional kepada masyarakat
  3. Menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktif dalam menjembatani kepentingan instansi pemerintah di satu pihak dan menampung aspirasi serta memperhatikan keinginan-keinginan publiknya di lain pihak.
  4. Berperan serta dalam menciptakan iklim yang kondusif dan dinamis demi mengamankan stabilitas dan keamanan politik pembangunan nasional, baik jangka pendek maupun jangka panjang. 

 

     Ke empat fungsi PR diatas haruslah ditunjang dengan kemampuan berkomunikasi dan memaksimalkan alat komunikasi yang ada. Sama halnya dengan pemaksimalan email. Karna di dunia PR email bisa menjadi sarana komunikasi, informasi dan penghubung bagi lembaga institusi dengan publiknya.

 

Dengan email PR dapat dengan mudah melewati batas penghalang yang ada di dunia fisik,  seorang PR pemerintah dapat bisa langsung menyampaikan pesan-pesan yang berisi kebijakan baru pemerintah,, membina hubungan yang baik dengan berbagai media, melalui email. email juga dapat digunakan juga sebagai sarana komunikasi konstan. Dimana email  bagaikan satpam atau sekretaris yang tidak pernah tidur selama   24/7 (24 jam x 7 hari) dengan potensi target publik seluruh dunia. Email  memungkinkan PR pemerintah merespons secara cepat dan serta-merta semua permasalahan dan pertanyaan dari masyarakat. email dapat membuat organisasi menjadi lebih hemat mengingat email tidak membutuhkan biaya cetak. Semakin murahnya biaya email akan membuat biaya PR menjadi semakin terjangkau. Dan email juga dapat dimanfaatan PR pemerintah  Untuk menjaga hubungan baik dengan wartawan ,jika seorang PR mempunyai database alamat email seorang wartawan, maka akan lebih sangat mudah dalam mengirimkan siaran pers.

Demikian sebuah kisah tragis dari ketdaktahuan seorang PR tentang apa itu email, semoga kita the next PR dari generasi digital ini, tida hanya sudah tahu dan pernah menggunakan email sebagai sarana komunikasi. Tapi juga dapat memaksimalkan fungsi dan kegunaan email untuk mengembangan lembaga / institusi perusahaan tempat kita bekerja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s